Berapa Lama Rekaman CCTV Harus Disimpan? Ini Pertimbangannya

Banyak pengelola baru menanyakan lama penyimpan rekaman CCTV setelah sebuah kejadian, ketika mereka membuka sistem dan mendapati rekaman hari itu sudah tertimpa. Pertanyaannya wajar, tetapi idealnya dijawab sebelum ada kejadian: durasi simpan adalah keputusan desain sistem, bukan sekadar angka bawaan perangkat.
Tidak ada satu angka yang berlaku untuk semua lokasi. Lama penyimpanan rekaman CCTV ditentukan oleh jumlah kamera, resolusi, frame rate, mode perekaman, dan kapasitas hardisk, lalu disesuaikan dengan kebutuhan pembuktian, kebijakan internal, dan prinsip perlindungan data pribadi. Hitung dari kebutuhan, bukan dari kapasitas yang kebetulan terpasang.
Kenapa Tujuh Hari Sering Tidak Cukup?
Tujuh hari tidak cukup bila kejadian baru diketahui lebih dari seminggu setelah terjadi. Itu pola yang umum: selisih stok baru terlihat saat stock opname bulanan, keluhan pelanggan datang setelah akhir pekan panjang, atau laporan internal diajukan beberapa minggu kemudian.
Misalnya, sebuah gudang melakukan stock opname setiap tanggal 1. Selisih barang ditemukan tanggal 2, dan kejadiannya mungkin terjadi kapan saja dalam 30 hari terakhir. Jika rekaman hanya tersimpan 7 hari, tiga perempat periode yang perlu ditelusuri sudah tidak ada.
Pertanyaan yang lebih tepat adalah: berapa lama jeda antara kejadian dan saat kejadian itu diketahui? Durasi simpan perlu lebih panjang dari jeda terlama yang realistis di lokasi Anda, ditambah waktu untuk mengamankan rekaman.
Faktor Apa yang Menentukan Berapa Hari CCTV Menyimpan Rekaman?
Durasi simpan adalah hasil dari empat variabel teknis yang saling mengalikan, ditambah kapasitas hardisk yang tersedia. Mengubah salah satunya langsung mengubah jumlah hari yang bisa disimpan.
Jumlah kamera: kebutuhan storage bertambah linear: 32 kamera butuh dua kali kapasitas 16 kamera pada pengaturan yang sama.
Resolusi: Kamera dengan resolusi lebih tinggi menghasilkan gambar lebih detail, dan umumnya menghasilkan bitrate lebih tinggi.
Frame rate: Semakin banyak frame per detik, semakin besar data yang ditulis. Area dengan gerak cepat (gerbang, loading dock) berbeda kebutuhannya dari lorong yang relatif statis.
Mode perekaman: Perekaman terus-menerus menulis data 24 jam. Perekaman berbasis gerakan hanya menulis saat ada aktivitas, sehingga lebih hemat di area sepi, tetapi penghematannya kecil di area yang ramai sepanjang hari.
Kompresi: Standar kompresi seperti H.265 umumnya lebih efisien dari H.264 pada kualitas serupa; cek spesifikasi kamera dan perekam Anda.
Karena itulah jawaban untuk “berapa hari CCTV menyimpan rekaman” selalu berbunyi “tergantung konfigurasinya”. Hitungannya bisa dilakukan, dan tidak rumit.
Bagaimana Cara Menghitung Storage CCTV?
Kebutuhan storage dihitung dari bitrate tiap kamera dikalikan lama perekaman. Untuk perekaman terus menerus, satu kamera dengan bitrate 4 Mbps menghasilkan sekitar 43 GB per hari.
Rumus dasar:
Ambil bitrate aktual tiap kamera (Mbps) dari menu pengaturan kamera atau perekam, bukan dari brosur.
Bitrate (Mbps) x 86.400 detik : 8: 1000 = GB per kamera per hari (untuk perekaman 24 jam).
Kalikan dengan jumlah kamera dan jumlah hari yang diinginkan.
Tambahkan cadangan 15-20% untuk variasi bitrate, kebutuhan sistem file, dan kapasitas yang hilang pada konfigurasi RAID
Contoh perhitungan
Skenario | Bitrate/kamera | GB/hari/kamera | Total storage mentah |
|---|---|---|---|
8 kamera, 7 hari | 2 Mbps | 21,6 | ±1,2 TB |
8 kamera, 30 hari | 2 Mbps | 21,6 | ±5,2 TB |
16 kamera, 30 haru | 4 Mbps | 43,2 | ±20,7 TB |
16 kamera, 90 hari | 4 Mbps | 43,2 | ±62,2 TB |
Perhatikan lompatan dari baris ketiga ke keempat. Menambah durasi dari 30 ke 90 hari melipatgandakan kebutuhan kapasitas tiga kali. Inilah sebabnya kapasitas hardisk CCTV perlu ditentukan di awal proyek, bukan ditambah setelah sistem berjalan.
Satu catatan praktis: jika Anda sudah punya sisten, hitung balik. Bagi total kapasitas hardisk dengan konsumsi harian seluruh kamera, dan Anda akan tahu berapa hari yang sebenarnya tersimpan sebelum rekaman tertimpa.
Pertimbangan Hukum dan Asuransi dalam Menentukan Durasi
Sejauh yang dapat kami verifikasi, tidak ada satu ketentuan nasional yang menetapkan durasi simpan rekaman CCTV untuk semua jenis lokasi swasta. Namun ada beberapa kerangka yang tetap relevan saat Anda menetapkan kebijakan.
Satu catatan praktis: jika Anda sudah punya sistem, hitung balik. Bagi total kapasitas hardisk dengan konsumsi harian seluruh kamera, dan Anda akan tahu berapa hari yang sebenarnya tersimpan sebelum rekaman tertimpa.
Pertimbangan Hukum dan Asuransi dalam Menentukan Durasi
Sejauh yang dapat kami verifikasi, tidak ada satu ketentuan nasional yang menetapkan durasi simpan rekaman CCTV untuk semua jenis lokasi swasta. Namun ada beberapa kerangka yang tetap relevan saat Anda menetapkan kebijakan.
Perlindungan data pribadi. Rekaman yang memuat wajah atau identitas orang dapat tergolong data pribadi. UU No. 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) memuat prinsip pembatasan jangka waktu: data pribadi dihapus setelah masa retensi berakhir atau atas permintaan subjek data, kecuali ditentukan lain oleh peraturan perundang-undangan. Artinya, durasi simpan yang tidak berbatas dan tanpa alasan juga bukan posisi yang aman. Bila pemrosesan didasarkan pada persetujuan, pengendali data wajib menyampaikan jangka waktu retensi kepada subjek data (Pasal 21).
Pembuktian. Informasi elektronik diakui sebagai alat bukti dalam kerangka UU ITE, dan Putusan MK No. 20/PUU-XIV/2016 membahas kaitan antara kedudukan bukti elektronik dan cara perolehannya. Dalam praktik, keutuhan dan keaslian rekaman menjadi hal yang kerap dipersoalkan. Rekaman yang tersimpan dengna log akses yang jelas lebih mudah dipertanggungjawabkan.
Asuransi dan kontrak. Klausul polis atau kontrak dengan klien kadang mengatur pembuktian atas kehilangan. Periksa dokumen Anda dan tanyakan langsung ke penanggung atau mitra kontrak.
Regulasi sektoral. Sektor tertentu, seperti perbankan, bisa memiliki ketentuan tambahan dari regulatornya. Pastikan Anda memeriksa aturan yang berlaku bagi industri Anda.
Bagian ini adalah penjelasan umum, bukan nasihat hukum. SECOM bukan konsultan hukum; keputusan kebijakan retensi sebaiknya dibahas bersama penasihat hukum perusahaan.
Penyimpan Lokal, Jaringan, atau Cloud: Mana yang Sesuai?
Ketiganya bisa dipakai, dan pilihan terbaik sering berupa kombinasi. Yang menentukan adalah kebutuhan durasi, bandwidth, dan toleransi terhadap kegagalan perangkat.
Opsi | Kelebihan | Hal yang perlu dicermati |
|---|---|---|
Lokal (DVR/NVR dengan Hardisk) | Biaya awal terukur, tidak bergantung bandwidth | Jika perangkat rusak atau dicuri, rekaman ikut hilang, perlu pemeriksaan kondisi hardisk berkala. |
Jaringan (NAS/server storage) | Kapasitas besar, mudah diperluas, bisa dibuat redundan | Perlu desain jaringan, pengaturan akses, dan perawatan. |
Cloud | Salinan berada di luar lokasi, dapat diakses jarak jauh | Bergantung bandwidth, biaya berulang naik seiring durasi dan jumlah kamera. |
Pendekatan hibrida banyak dipilih: rekaman utama di perekam lokal untuk durasi penuh, dengan salinan klip kejadian penting atau kamera kritis di lokasi terpisah. Untuk faislitas besar seperti pabrik atau gudang, kapasitas dan redudansi biasanya dirancang sebagai bagian dari sistem terintegrasi.
Apa yang Perlu Dilakukan Sebelum Rekaman Tertimpa?
Jika Anda menduga ada kejadian yang perlu ditelusuri, amankan rekamannya hari itu juga. Rekaman yang sudah tertimpa tidak dapat dipulihkan secara andal. Berikut urutan langkah yang praktis:
Hentikan penimpaan. Tentukan tanggal dan jam kejadian, lalu segera ekspor rekaman periode tersebut (beri margin beberapa jam sebelum dan sesufah) sebelum siklus berikutnya menimpanya.
Salin ke media terpisah. Gunakan flash disk atau hardisk eksternal, jangan hanya mengandalkan satu salinan di perekam.
Catat metadata. Tulis siapa yang mengekspor, kapan, dari kamera mana, dan dengan perangkat apa. Catatan ini membantu menjaga keutuhan rekaman bila nanti dibutuhkan pihak berwenang.
Jangan mengedit atau memotong berkas asli. Simpan versi asli apa adanya, dan buat salinan kerja bila perlu.
Batasi akses ke rekaman tersebut hanya untuk pihak yang berkepentingan.
Evaluasi setelahnya. Tanyakan: apakah durasi simpan kita sesuai dengan jeda penemuan kejadian di lokasi ini?
Evaluasi itu sebaiknya tidak dilakukan sekali lalu dilupakan. Di SECOM, kami memandang CCTV sebagai satu bagian dari ssitem yang mencakup perangkat, prosedur, dan orang. Dalam pendekatan Man-Machine kamu, teknologi merekam dan menyimpan, sementara tim yang terlatih memastikan perangkat tetap sehat, prosedur ekspor dijalankan dengan benar, dan rekaman dapat dipakai saat dibutuhkan.
Menentukan Durasi yang Tepat untuk Lokasi Anda
Durasi simpan yang tepat lahir dari tiga pertanyaan: seberapa lama jeda penemuan kejadian di lokasi Anda, apa yang perlu dibuktikan, dan batas apa yang berlaku untuk data pribadi di dalamnya. Setelah itu, hitungan storage tinggal mengikuti.
Jika Anda ingin meninjau sistem yang sudah berjalan atau merancang yang baru, tim SECOM dapat membantu melalui survei lokasi dan penilaian kebutuhan.
Ajukan konsultasi survei lokasi, diskusikan jumlah kamera, durasi simpan, dan kebutuhan sistem Anda bersama SECOM Indonesia sekarang.